Mengenal Infeksi Menular Seksual (IMS), Jenis, dan Gejalanya

Infeksi Menular Seksual atau sering dikenal dengan singkatan IMS adalah penyakit akibat infeksi yang dapat tertular melalui hubungan seksual. Umumnya, penyakit ini bisa terjadi akibat hubungan intim secara tidak sehat atau berisiko. IMS atau juga dikenal dengan penyakit menular seksual bisa tersebar melalui cairan tubuh, seperti sperma, darah, atau cairan lainnya.

IMS juga dapat ditularkan melalui kontak darah dan dari ibu yang terinfeksi kepada janin atau bayinya, seperti HIV, Hepatitis B-C, dan Sifilis. Anda mungkin tidak asing dengan penyakit sifilis, gonore, atau herpes genital. Ketiganya merupakan beberapa contoh penyakit menular seksual. Sumber penyebab penyakit ini antara lain bakteri, jamur, virus, parasit, dan protozoa pada alat kelamin.

Di tahap awal, tidak semua penderita mengalami gejala yang mengganggu kesehatan tubuh. Tidak jarang penderita tidak menyadari hingga ia sampai pada tahap serius dan parah. Oleh karena itu, seseorang yang merasakan gejala-gejala seperti ruam, gatal, atau keluar cairan berbau dari alat kelamin disarankan segera berkonsultasi ke dokter.

Perlu diketahui bahwa infeksi ini tidak dapat menular dengan kontak sosial seperti bertemu, bersalaman, berpelukan, atau sekedar berbincang. Jadi, Anda tidak perlu merasa khawatir ketika berinteraksi dengan penderita IMS. Ulasan mengenai infeksi terkait akan dibahas secara lengkap berikut ini.

Gejala Umum yang Timbul dari Penyakit IMS

IMS pada tahap awal biasanya tidak menimbulkan gejala signifikan, terutama pada wanita. Hal ini menyebabkan penderita tidak menyadari penyakit itu hingga muncul komplikasi atau kondisinya sudah serius. Terkadang penderita juga baru menyadari atau setidaknya merasa sadar ketika pasangan seksualnya dinyatakan menderita penyakit menular seksual.

Adapun gejala-gejala umum yang sering muncul pada penderita IMS antara lain, ruam di kulit atau penis, muncul benjolan atau luka pada area vagina, penis, anus, mulut, rasa nyeri saat buang air kecil, keputihan berbau dan berwarna, nyeri saat hubungan seks. Gejala IMS tidak hanya terasa di alat kelamin saja.

Misalnya tubuh menggigil atau demam, perut bagian bawah terasa nyeri, adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening, ruam kulit di area tangan, kaki, atau badan. Apabila merasakan satu atau beberapa gejala itu, Anda patut berhati-hati dan segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Jangan ragu apalagi merasa malu karena ini berkaitan dengan fungsi tubuh Anda. Karena pemeriksaan atau penanganan terlambat justru akan memperburuk kondisi kesehatan Anda. Hal ini pada akhirnya akan mengakibatkan Infeksi Menular Seksual yang diderita semakin parah dan sulit ditangani.

IMS yang tidak diobati dengan benar atau diobati sendiri dengan obat-obatan warung (seperti antibiotik/suntikan) hanya mengakibatkan gejala/tanda IMS hilang sementara. Akan tetapi, infeksi tidak sepenuhnya sembuh, bahkan tubuh akan membentuk resistensi (kekebalan) obat, sehingga obat tersebut tidak akan efektif.

Jenis  Jenis IMS Berdasarkan Penyebabnya

Di dalam penyakit menular seksual, terdapat jenis – jenis IMS berdasarkan penyebabnya, berikut ini adalah jenis – jenisnya :

  1. IMS Disebabkan oleh Bakteri
  2. Sifilis, yaitu IMS akibat infeksi Treponema pallidum yang juga dikenal dengan “raja singa”. Gejala yang dirasakan dari manusia yang terjangkit penyakit raja singa antara lain mengalami sakit pada organ intim dan area sekitar mulut .
  3. Gonore (Kencing Nanah), yaitu penyakit yang ditimbulkan karena serangan Neisseria gonorrhoeae. Gonore ditandai keluarnya cairan dari vagina maupun penis. Gejala yang dirasakan pada orang yang terjangkit gonore ini adalah merasakan kram atau nyeri pada penis saat buang air kecil.
  4. IMS Disebabkan oleh Virus

HPV atau Human papillomavirus, adalah IMS yang disebabkan oleh virus HPV. HPV menyebabkan timbulnya kutil kelamin sampai kanker serviks. Yang kedua ada HIV, yaitu penyakit akibat infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV), di mana target serangannya adalah sistem imun manusia. Kalau tidak diobati, HIV bisa berkembang menjadi AIDS. Selanjutnya, ada Hepatitis B dan C, yaitu penyakit diakibatkan infeksi virus dengan nama sama. Penyakit ini dapat berakibat pada kanker hati atau gangguan hati kronis. Terakhir, herpes genitalis yang disebabkan oleh virus Herpes hominis tipe 2. Terkadang, herpes tidak menunjukkan gejala, namun kondisi daya tahan tubuh dapat menurun dan muncul gejala seperti luka lepuh.

  • IMS Disebabkan oleh Jamur

Candidiasis, yaitu penyakit menular seksual akibat jamur Candida. Penderita penyakit ini akan mengalami ruam di kulit terutama bagian lipatan. Jamur Candida tersebut dapat menginfeksi alat kelamin, saluran pencernaan, kulit, bahkan kuku. Penularan Candidiasis terjadi lewat hubungan seksual.

  • IMS Disebabkan oleh Protozoa (Trikomoniasis)

Penyakit menular seksual ini yang diakibatkan oleh parasit bernama Trichomonas Vaginalis. Penyakit ini pada wanita ditandai dengan keputihan yang berbau serta berwarna kekuningan atau kehijauan. Sementara pria yang menderita Trikomoniasis gejalanya kencing bernanah atau terasa sakit saat buang air kecil.

  • IMS Disebabkan oleh Parasit

Pedikulosis Pubis adalah IMS yang disebabkan oleh kutu kelamin atau Pthirus Pubis. Kutu tersebut merupakan serangga yang hidup di rambut pubis sehingga menimbulkan rasa gatal pada area kelamin. Selain gatal, gejala lain yang ditimbulkan adalah bintik kemerahan pada kulit, peradangan, hingga demam.

Cara Pencegahan Penularan IMS Secara Tepat

Cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan penyakit IMS dengan tepat dan benar adalah sebagai berikut ini :

  1. Menghindari Perilaku Seksual Berisiko

Melakukan hubungan seks secara tidak aman meningkatkan risiko penyakit menular seksual. Untuk itu, sebaiknya Anda menghindari hubungan intim pra-nikah atau aktivitas seksual berisiko, seperti anal atau oral seks, terutama untuk kelompok remaja. Cara ini dapat mencegah penularan IMS secara tepat.

  • Tetap Setia dengan Satu Pasangan

Risiko penularan IMS semakin tinggi pada kelompok yang melakukan aktivitas seksual dengan pasangan lebih dari satu. Untuk itu, sebaiknya Anda hanya melakukan hubungan intim dengan satu pasangan saja. Dengan begitu risiko tertular penyakit menular seksual menjadi lebih kecil.

  • Memakai Alat Kontrasepsi Kondom

Penggunaan alat kontrasepsi kondom ketika berhubungan seks menurunkan potensi penularan jenis penyakit ini. Jika Anda memiliki pasangan penderita penyakit menular seksual, maka sangat disarankan memakai kondom ketika melakukan aktivitas seksual. Dengan begitu Anda tidak tertular dari pasangan.

  • Tidak Memakai Alat Suntik (Jarum) dengan Bergantian

Penularan jenis penyakit ini juga bisa dicegah dengan tidak memakai jarum suntik bergantian. Suntik tidak setril merupakan media pertukaran darah antar manusia. Bagi Anda yang hobi membuat tato di tubuh atau tindik, hal ini sangat penting diperhatikan. Pastikan jarum tersebut dalam kondisi steril agar tidak terjadi penularan jenis infeksi ini.

Pada dasarnya, infeksi terkait dapat diobati, sehingga gejalanya tidak berkelanjutan menjadi lebih serius. Untuk menghindari kondisi kesehatan memburuk akibat IMS, diperlukan kenali gejalanya dan lakukan konsultasi segera agar cepat tertangani. Lebih penting lagi adalah hindari perilaku yang berisiko menularkan Infeksi Menular Seksual.

Referensi:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. (2018). Pendidikan pencegahan HIV AIDS di sekolah. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mengenal penyakit infeksi menular seksual. (2019, Oktober 8). Dokter Sehat. Retrieved from https://doktersehat.com/mengenal-penyakit-infeksi-menular-seksual-ims/

Willy, T. (2018, Mei 17). Kutu kemaluan. Alodokter. Retrieved from https://www.alodokter.com/kutu-kemaluan

Willy, T. (2019, April 8). Penyakit menular seksual. Alodokter. Retrieved from https://www.alodokter.com/penyakit-menular-seksual-pms

Inilah Fakta Cara Penularan HIV AIDS serta Pencegahannya

Cara Penularan & Pencegahan HIV AIDS

Informasi tentang cara penularan HIV AIDS serta pencegahannya sangat penting sebagai langkah untuk menanggulangi peningkatan penularan infeksi tersebut. Human Immunodeficiency Virus adalah jenis mikroorganisme yang masuk ke tubuh dan mengincar sistem imunitas untuk dikuasai lalu dihancurkan. Orang yang terinfeksi lambat laun daya tahan tubuhnya semakin memburuk jika tidak diobati.

Orang yang terinfeksi virus tersebut harus mendapat penanganan pengobatan secara intensif agar perkembangan virus tersebut bisa dihambat secara maksimal. Jika tidak diobati dengan teratur, infeksi ini akan berlanjut ke kondisi AIDS. AIDS merupakan kondisi lanjutan dari infeksi HIV, di mana imunitas tubuh telah mengalami kerusakan dan berisiko mengalami infeksi lainnya (selain infeksi HIV).

Sosialisasi mengenai fakta – fakta penularan dan pencegahannya harus disampaikan secara luas sehingga tidak terjadi misinformasi. Sayangnya, masih banyak pandangan keliru yang dimiliki masyarakat berkaitan dengan infeksi tersebut, akibat minimnya pengetahuan yang tepat. Hal ini menyebabkan masih adanya stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV AIDS.

Banyak orang yang masih percaya kalau HIV AIDS dapat ditularkan melalui kontak fisik biasa (bersentuhan), batuk, bersin, berpelukan, atau bertukar peralatan makan dan minum. Pengertian yang salah tersebut akhirnya berdampak buruk pada penerimaan orang dengan HIV AIDS di masyarakat. Agar tidak salah kaprah, pahami informasi berikut dengan seksama.

Fakta Penularan HIV dan AIDS

HIV tidak mudah menular karena hanya dapat ditularkan melalui cairan alat kelamin (cairan vagina atau air mani/semen), darah, dan Air Susu Ibu (ASI). Ketiga cairan tubuh ini memiliki konsentrasi virus yang cukup banyak untuk menularkan HIV ke orang lain. Cara penularannya adalah sebagai berikut :

  1. Melalui Hubungan Seksual Berisiko

HIV dan AIDS dapat menular kepada seseorang melalui hubungan seksual tanpa menggunakan kondom, baik itu secara oral, vaginal, dan juga anal. Di samping itu, wanita atau pria yang sering berganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual juga memiliki risiko lebih tinggi tertular ataupun menularkan HIV dari/ke pasangan.

  • Penggunaan Jarum Suntik Tidak Steril

Penularan infeksi tersebut juga dapat terjadi melalui penggunaan jarum suntik tidak steril yang telah terkontaminasi darah dari orang positif mengidap infeksi ini. Hal ini dapat terjadi pada pengguna narkotika dengan jarum suntik, pembuatan tato dengan jarum yang tidak diganti, atau tindik. Petugas kesehatan juga memiliki risiko terkena jarum suntik dari pasien positif.

  • Kehamilan, Proses Persalinan, dan Pemberian ASI

Wanita pengidap infeksi ini yang tengah mengandung memiliki potensi menularkan virus tersebut kepada janinnya. Proses persalinan dan menyusui juga berisiko tinggi menularkan virus terkait kepada bayi. Namun, tidak sepenuhnya ibu dengan HIV akan menularkan ke anaknya. Jika ibu melakukan konsultasi perencanaan kehamilan dan persalinan dengan dokter, sekaligus patuh minum ARV, kemungkinan besar bayi tidak akan tertular dari ibu ke bayi.

  • Melalui Transfusi darah

Infeksi HIV juga dapat tertularkan lewat transfusi darah maupun produk darah. Akan tetapi, kasus penularan Human Immunodeficiency Virus akibat transfusi darah semakin jarang ditemukan. Hal ini karena terdapat uji kelayakan donor yang harus diaplikasikan, meliputi donor darah, jaringan tubuh, hingga organ. Pengujian kelayakan adalah filter yang efektif untuk mencegah penularannya melalui transfusi darah.

Mitos tentang Cara Penularan HIV AIDS

Anggapan masyarakat yang timbul mengenai cara penularan HIV AIDS ini dengan berbagai macam cara, diantaranya adalah :

  1. Melalui Keringat 

Anggapan bahwa HIV tersebut dapat menular lewat keringat sangat keliru. Meskipun keringat merupakan salah satu cairan yang dihasilkan tubuh, akan tetapi konsentrasi cairan ini tidak bisa menularkan HIV ke orang lain.

  • Bertukar Peralatan Makan

Anggapan bahwa bertukar peralatan makan dapat menularkan HIV AIDS adalah mitos atau hoaks. Kenyataannya, air liur/ludah bukanlah media penularan virus ini. Jadi, bertukar sendok, garpu, piring, gelas, atau bahkan sedotan dengan pengidap HIV AIDS tidak membuat Anda tertular HIV.

  • Melalui Udara

Penderita sering mengalami penolakan di lingkungan pergaulan karena teman – teman mereka merasa takut jika bergaul dan berteman dengan orang dengan HIV. Ini adalah bentuk diskriminasi yang harus dihentikan. Patut diketahui bahwa virus tersebut tidak menular melalui udara. Jadi, meskipun berada di dalam satu ruangan dengan orang dengan HIV, Anda tidak akan tertular virus tersebut.

  • Berjabat Tangan dan Berpelukan

Merasa ketakutan ketika bertemu dengan orang dengan HIV adalah sikap yang keliru. Anda tidak perlu merasa cemas jika berinteraksi langsung dengan orang dengan HIV. Berjabat tangan dan berpelukan tidak akan membuat Anda tertular virus tersebut. Jadi tidak perlu takut apalagi sampai menjauhi orang dengan HIV.

  • Gigitan nyamuk

Masih banyak masyarakat yang percaya bahwa nyamuk dapat menjadi salah satu cara penularan HIV AIDS. Hal ini membuat masyarakat cenderung tidak ingin tinggal di lingkungan yang sama dengan orang yang hidup dengan HIV. Ini adalah pemahaman yang keliru.

Cara yang Dilakukan untuk Mencegah Penularan HIV dan AIDS

Ada cara mudah yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan HIV AIDS. Ingat! ABCDE.

  1. Abstinence

Cara aman untuk mencegah penularan HIV adalah dengan tidak melakukan (pantang) hubungan seksual sebelum menikah. Hubungan seksual hanya dilakukan melalui pernikahan yang sah. Pilihan ini merupakan pilihan paling sehat untuk kelompok remaja. Tapi, tidak menutup kemungkinan yang sudah dewasa juga melakukan abstinence karena pada dasarnya abstinence adalah alat pencegahan penularan HIV AIDS yang efektif 100%.

  • Be Faithful

Bila Anda telah menikah, hanya melakukan hubungan seksual dengan pasangan sendiri, yaitu suami atau istri sendiri. Setia dengan pasangan dengan tidak melakukan hubungan seksual di luar pernikahan.

  • Condom

Salah satu alat pencegahan penularan HIV adalah dengan menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Khususnya bagi Anda yang tidak mengetahui apakah pasangan seksual terinfeksi virus itu atau tidak. Cara ini dapat menghindarkan Anda dari tertular melalui aktivitas seksual vaginal, anal, maupun oral.

Berhubungan seksual secara anal memiliki risiko tertinggi terhadap penularan virus ini. Setiap yang terlibat dalam aktivitas seksual berisiko tinggi mempunyai potensi tertular tinggi juga. Oleh sebab itu, sebaiknya melakukan hubungan seksual secara aman dengan gunakan kondom dan tidak berganti pasangan.

  • No Drugs

Tidak menggunakan narkoba, khususnya narkoba yang digunakan melalui alat suntik yang tidak steril dan dipakai secara bergantian. Selain itu, menggunakan jarum bekas untuk keperluan menyuntikkan obat sangat berbahaya dan tidak disarankan. Penggunaan jarum bekas memiliki risiko tinggi menularkan HIV. Bagi Anda yang gemar dengan tato maupun tindik, perhatikan juga penggunaan jarumnya. Pastikan jarum yang digunakan dalam kondisi steril.

  • Equipment & Education

Perlu kamu ketahui bahwa peralatan tertentu dapat menjadi media penularan HIV AIDS, yaitu peralatan yang dapat menjadi media pertukaran darah, seperti pisau, razor, silet, alat tindik, alat tattoo, dsb. Tak lupa, bekali diri dengan informasi tentang HIV AIDS yang kredibel.

Hingga kini masih belum dapat dijumpai obat atau vaksin yang dapat menyembuhkan atau mencegah gangguan sistem imun pada tubuh manusia. Kendati demikian, angka penularan penderita infeksi HIV dan AIDS dapat ditekan dengan langkah pencegahan yang tepat. Untuk itu, masyarakat perlu mengetahui cara penularan HIV AIDS yang benar.

Referensi:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. (2018). Pendidikan pencegahan HIV AIDS di sekolah. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Nareza, M. (2020, Juli 12). Ini cara penularan HIV yang penting diketahui. Alodokter. Retrieved from https://www.alodokter.com/ini-cara-penularan-hiv-yang-penting-diketahui

Bethsaida Hospital. (n.d.). Penularan HIV AIDS: Fakta dan mitos. Retrieved from https://bethsaidahospitals.com/penularan-hiv-aids-fakta-dan-mitos/

Fadli, R. (2020, Desember 3). Jangan keliru, ketahui perbedaan HIV dan AIDS. Halodoc. Retrieved from https://www.halodoc.com/artikel/jangan-keliru-ketahui-perbedaan-hiv-dan-aids

Yuk, Mengenal HIV AIDS Lebih Jauh

Cara terbaik agar terhindar dari penularan virus Human Immunodeficiency Virus adalah dengan mengenal HIV AIDS. Anda tentu tidak asing dengan HIV maupun AIDS. Keduanya merupakan kondisi dimana kekebalan tubuh seseorang mengalami penurunan akibat serangan virus. Hal ini mengganggu kesehatan individu, bahkan dapat mengakibatkan kematian jika tidak ditangani.

Jumlah orang dengan infeksi yang menyerang kekebalan tubuh ini dapat kian bertambah setiap tahunnya. Ini menjadikan penyakit tersebut sebagai epidemi yang harus ditanggulangi secara serius. Baik kasus positif maupun kematian akibat penyakit ini masih berusaha untuk dideteksi di Indonesia. Sehingga pemerintah selalu berupaya dengan memberikan edukasi secara tepat kepada masyarakat luas.

Pengetahuan tentang HIV dan AIDS sangat penting agar masyarakat tidak menerima informasi salah. Informasi tentang definisi, tahapan infeksi, hingga siapa saja yang memiliki risiko tinggi terinfeksi virus tersebut harus disampaikan secara lengkap. Dengan begitu, kesadaran masyarakat tentang penyakit ini menjadi lebih meningkat, sehingga angka penularannya bisa dihentikan.

Pengertian Apa itu HIV dan AIDS?

Dua istilah tersebut memang sudah sangat familiar di masyarakat. Kendati begitu, rupanya banyak orang belum mengetahui perbedaan antara kedua istilah tersebut. Walaupun keduanya memiliki keterkaitan yang kuat, namun jelas tidak bisa disamakan.

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiecy Virus. Sesuai dengan namanya, virus ini bekerja dengan cara menurukan sistem imun pada tubuh manusia. Virus tersebut menginfeksi tubuh dan merusak sel CD4. CD4 (Cluster of Differentiation 4) adalah suatu sel pembantu yang penting bagi sistem kekebalan tubuh manusia. Perlu diketahui bahwa semakin banyak jumlah sel CD4 yang hancur, maka kekebalan tubuh manusia juga semakin lemah. Akibatnya, tubuh menjadi mudah diserang virus/bakteri/jamur dan tumbuh sebagai infeksi atau penyakit.

Tubuh manusia memiliki sistem kekebalan yang menjaga dari serangan berbagai virus dari luar. Misalnya, tubuh dengan kondisi fit tidak mudah terkena influenza. Tetapi, hal demikian tidak terjadi pada orang yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyebabkan imunitas melemah, sehingga tubuh sulit melawan virus yang menginfeksi.

Sementara itu, AIDS alias Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala penyakit yang terjadi akibat menurunnya daya tahan tubuh akibat dari infeksi HIV. Perlu menjadi perhatian bahwa orang dengan AIDS berisiko mengalami infeksi oportunistik. Infeksi oportunistik adalah infeksi yang disebabkan oleh kuman, bakteri, virus, atau jamur yang biasanya menyerang orang dengan imunitas buruk. Bentuknya dapat berupa TBC (Tuberculosis), jamur di mulut/tenggorok, dan sebagainya.

Orang yang terinfeksi HIV jika tidak segera ditangani kondisinya akan semakin parah dan berlanjut ke tahap AIDS. Oleh sebab itu, diagnosa dini sangat penting untuk mencegah berkembangnya HIV ke kondisi AIDS.

Orang dengan infeksi HIV jika menjalani pengobatan secara rutin dengan terapi ARV (antiretroviral) memiliki harapan hidup lebih baik karena perkembangan virus dapat dihambat. Seseorang yang berada pada kondisi AIDS bukan berarti ia tidak memiliki harapan hidup, namun risiko penurunan kondisi kesehatan semakin tinggi. Seorang dengan HIV dapat hidup tanpa AIDS, namun seorang dengan AIDS dapat dipastikan terinfeksi HIV.

Tahapan Infeksi HIV hingga AIDS di Tubuh Manusia

Untuk mengenal HIV AIDS secara lebih komprehensif, Anda juga perlu mengetahui tahapan – tahapan infeksinya. Penyakit ini dapat menular melalui darah, cairan vagina, sperma, hingga ASI dari ibu ke bayi. Infeksi HIV AIDS hanya dapat diketahui melalui tes darah. Pada kebanyakan orang, infeksi HIV tidak memiliki gejala yang dapat dilihat kasat mata.

Ketika pertama kali terinfeksi Human Immunodeficiency Virus, tubuh akan memasuki periode jendela (window period). Pada masa ini, orang yang terjangkit dapat menularkan penyakit yang di derita kepada orang lain dan nantinya penyakit ini akan semakin bertambah. Ada 3 tahapan/periode infeksi HIV AIDS.

1. Periode Jendela (Window Period)

Seperti yang disebutkan sebelumnya, periode jendela adalah masa virus masuk ke dalam tubuh. Tahapan ini terjadi hingga 12 minggu pasca terinfeksi dan perkembangan virusnya sangat cepat. Perlu menjadi perhatian bahwa antibodi terhadap virus belum terdeteksi di dalam tubuh, sehingga hasil tes dapat negatif. Anda dapat menyakini bahwa anda tidak terinfeksi HIV jika anda melakukan tes 12 minggu setelah anda melakukan aktivitas berisiko terakhir.

2. Periode HIV

Pada periode HIV, orang dengan HIV akan terlihat sehat dan tidak memiliki gejala sakit apapun. Virus telah dapat terdeteksi melalui tes HIV dan juga dapat menularkan ke orang lain jika tidak segera melakukan pengobatan yang tepat.

3. Periode AIDS – Infeksi Oportunistik

Ini adalah kondisi dimana kekebalan tubuh sudah buruk. Tahapan ini biasanya muncul 5 – 10 tahun setelah terinfeksi, di mana seseorang memiliki viral load tinggi. Orang dengan tahap ini memiliki gejala dan tanda sakit yang munculnya bertahap dan bertambah berat, hingga mengalami infeksi oportunistik. Perkembangan ke fase ini ditandai dengan munculnya kumpulan penyakit, seperti tuberkulosis (TB), jamur pada mulut/tenggorokan, hepatitis, sifilis, dan sebagainya.

Kelompok Orang yang Berisiko Menularkan dan Tertular HIV AIDS

Pada dasarnya, setiap orang memiliki risiko tertular HIV AIDS. Namun, kelompok tertentu memiliki risiko yang lebih tinggi dalam menularkan ataupun tertular HIV AIDS. Dalam upaya mencegah dan menanggulangi HIV AIDS di Indonesia, kelompok dapat dikelompokan menjadi 2, yaitu populasi kunci dan populasi berisiko. Berikut ini adalah orang yang berisiko terinfeksi HIV AIDS :

1. Populasi Kunci

Populasi ini terdiri dari pekerja seks, pengguna NAPZA suntik (penasun), waria, Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL), dan Transgender. Populasi ini merupakan kelompok yang berisiko tinggi tertular maupun menularkan HIV AIDS, terutama melalui perilaku berisiko. Penularan dapat terjadi tanpa disadari karena orang tersebut belum mengetahui statusnya.

2. Populasi Berisiko

Populasi ini terdiri dari warga binaan pemasyarakatan, ibu hamil, pasien TB, kaum migran, pelanggan pekerja seks, dan pasangan orang dengan HIV AIDS. Kelompok ini disebut sebagai populasi berisiko karena biasanya berhubungan langsung dengan populasi kunci, sehingga kemungkinan untuk tertular dan menularkan ke orang lain tanpa disadari dan disengaja menjadi tinggi.

Di luar yang telah disebutkan sebelumnya, masih ada beberapa kelompok yang berisiko tertular HIV AIDS. Orang-orang yang dimaksud tersebut adalah petugas kesehatan, bayi dari ibu yang positif HIV, ataupun ibu rumah tangga dengan pasangan positif HIV. Sehingga, perlu dipahami kembali bahwa infeksi HIV AIDS berisiko dialami oleh orang-orang.

HIV dan AIDS merupakan penyakit yang menyerang imunitas manusia, sehingga membuat tubuh rentan terkena penyakit. Meskipun HIV belum bisa dituntaskan 100%, namun perkembangan virusnya dapat ditekan dengan pengobatan ARV secara rutin. Untuk menekan peningkatan angka positif dan kematian, serta memudahkan temuan kasus orang dengan HIV di Indonesia, masyarakat perlu mengenal HIV AIDS lebih dalam.

Referensi:

Fadli, R. (2020, Desember 3). Jangan keliru, ketahui perbedaan HIV dan AIDS. Halodoc. Retrieved from https://www.halodoc.com/artikel/jangan-keliru-ketahui-perbedaan-hiv-dan-aids

Fadli, R. (2020, November 17). Begini penjelasan tahapan infeksi HIV menjadi AIDS. Halodoc. Retrieved from https://www.halodoc.com/artikel/begini-penjelasan-tahapan-infeksi-hiv-menjadi-aids\

Fadli, R. (2020, November 5). Siapa saja yang berisiko terinfeksi HIV dan AIDS. Halodoc. Retrieved from https://www.halodoc.com/artikel/siapa-saja-yang-berisiko-terinfeksi-hiv-dan-aids

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Buku saku HIV AIDS dan IMS. Jakarta: Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. (2018). Pendidikan pencegahan HIV AIDS di sekolah. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pengertian Imunitas Tubuh dan Perannya untuk Kesehatan

Pengertian Sistem Imunitas dan Kekebalan Tubuh

Istilah imunitas tubuh tentu sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Pengertian sistem imunitas juga kerap disebut dengan daya tahan atau kekebalan seseorang terhadap penyakit. Sesuai dengan namanya, sistem ini bertugas membuat badan tetap kebal dari berbagai serangan kuman, sehingga menyebabkan penyakit. Oleh karena itu, imunitas sangat penting bagi kesehatan manusia.

Setiap hari kita selalu berdampingan dengan virus atau bakteri yang tidak dapat dilihat secara langsung karena membutuhkan alat untuk melihatnya. Virus dan bakteri tersebut dapat masuk ke badan kita. Namun, tubuh rupanya memiliki sebuah sistem pertahanan untuk menjaga dari serangan benda asing, seperti virus dan bakteri tadi.

Pertahanan tersebut lah yang kemudian dikenal sebagai sistem imun. Seseorang dengan imunitas tinggi akan lebih resisten terhadap serangan kuman dan penyakit. Sebaliknya, jika kekebalan melemah, serangan kuman dari luar lebih mudah masuk dan membuat fungsi organ terganggu. Berikut ini hal – hal yang perlu Anda ketahui tentang imunitas.

Definisi dari Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan atau imunitas adalah sebuah sistem di dalam tubuh yang berperan melawan serangan dari luar sehingga dapat membahayakan kesehatan manusia. Ada beberapa elemen yang membangun sebuah imunitas, antara lain sel, protein, jaringan, serta organ – organ khusus. Komponen – komponen tersebut bekerja bersama – sama untuk mengenali dan melawan patogen yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Salah satu sel yang memiliki peran penting dalam sistem imun adalah leukosit alias sel darah putih. Sel darah putih bergerak atau beredar di seluruh tubuh melalui jalur pembuluh darah dan pembuluh limpatik. Sel ini bekerja layaknya polisi saat berpatroli, mengawasi jika ada penyusup yang berpotensi membahayakan kondisi kesehatan kita.

Ada berbagai macam sel darah putih dalam tubuh manusia. Tipe sel darah putih secara bersama – sama bekerja mencari dan membunuh kuman penyebab penyakit terdiri dari limfosit dan fagosit.

Peran limfosit adalah sebagai agen yang memantau dan mengenali penyerang. Limfosit kemudian terbagi lagi menjadi dua tipe, yakni B dan T. Sedangkan, fagosit bertugas memakan penyerang agar mati sebelum membahayakan tubuh. Fagosit juga terbagi menjadi beberapa macam sel dimana masing – masing sel memiliki tugas dan fungsi tersendiri. Salah satu jenis fagosit adalah neutrofil. Sel neutrofil berperan dalam melawan jika terdapat bakteri masuk ke tubuh.

Cara Kerja Sistem Imun Manusia

Tugas utama sistem imun adalah mempertahankan badan dari gangguan luar, sehingga tidak merugikan atau mengganggu fungsinya. Mikroorganisme kuman atau patogen dapat masuk ke tubuh manusia. Namun, keberadaannya akan langsung terancam oleh “tentara” saat berpatroli di seluruh badan. Jadi apabila “tentara” tersebut kuat, ia dapat mengalahkan patogen yang mencoba menyerang.

Patogen atau mikroorganisme yang mencoba menyerang biasa disebut dengan istilah antigen (bibit penyakit). Sel – sel berpatroli akan mendeteksi antigen dan segera melindungi tubuh dari antigen tersebut. Deteksi antigen selanjutnya memicu sel – sel untuk mengenali antigen tersebut dan memberikan perlawanan. Responnya yaitu dengan pembentukan antibodi.

Antibodi sendiri adalah protein yang menempel pada antigen. Kemudian, antigen akan dihancurkan oleh sel lain. Sementara, antibodi sendiri menetap di dalam tubuh dan berperan sebagai tentara khusus sesuai antigen tertentu. Jadi, ketika di lain waktu antigen serupa menyerang lagi, antibodi sudah siap melawannya.

Hal Menarik tentang Imunitas Tubuh

Dalam sistem kekebalan tubuh manusia, terdapat hal yang menarik untuk dipelajari, berikut ini adalah hal yang menarik dari sistem imun manusia :

  1. Cepat Beradaptasi dan Jarang Salah

Sistem imun manusia memiliki kecerdasan luar biasa. Sistem ini dapat beradaptasi dengan adanya patogen atau mikroorganisme baru yang datang menyerang. Paparan kuman yang terjadi secara terus-menerus membuat imun terus mempelajari agar dapat membangun kekuatan untuk melawannya. Sayangnya, hal ini hanya terjadi pada orang dengan sistem imun kronis yang tidak dapat tertular.

  • Peran Usus dalam Daya Tahan

Saluran pencernaan alias usus bekerja layaknya gerbang pertahanan badan kita. Saluran cerna atau usus adalah komponen sistem imun yang bekerja sangat keras. Usus berperan dalam membedakan antara bakteri baik dan bakteri buruk. Dengan begitu, kondisi kesehatan selalu terjaga.

  • Antibodi Adalah Pasukan Tentara yang Melindungi Badan

Saat sel mengetahui adanya serangan dari benda asing, sistem imun akan memberikan respon. Salah satunya dengan membentuk antibodi. Antibodi ini kemudian bekerja mengingat kuman atau zat asing. Sehingga saat kuman tersebut datang kembali, antibodi telah siap melakukan perlawanan.

Penyebab dari Lemahnya Sistem Kekebalan Tubuh Manusia

Dalam sistem imun pada tubuh manusia, ada hal yang menyebabkan lemahnya sistem imunitas manusia, berikut ini adalah penyebabnya :

  1. Mengalami Stres

Tidak bisa dipungkiri bahwa stres adalah salah satu faktor terpenting penyebab kekebalan tubuh melemah. Gejala stres antara lain perasaan gelisah, cemas, sakit kepala, hingga susah tidur. Saat seseorang mengalami stres, sistem imun akan bekerja lebih keras dalam menjaga kesehatan.

2. Kurang Melakukan Aktivitas Fisik

Seseorang yang jarang melakukan aktivitas fisik atau tidak berolahraga biasanya memiliki sistem kekebalan lebih lemah. Inilah sebabnya mengapa atlet jarang sakit atau lebih cepat pulih jika jatuh sakit. Jika Anda ingin memiliki daya tahan tinggi, usahakan agar berolahraga secara rutin serta banyak melakukan kegiatan fisik.

3. Jam Tidur Kurang

Saat Anda tidur, sel – sel dalam tubuh tetap bekerja untuk memperbaiki fungsi – fungsi organ serta menjaga kesehatannya. Sel – sel pada orang yang kurang tidur biasanya tidak dapat bekerja secara maksimal karena tubuh tetap dipaksa bekerja di saat harus istirahat. Oleh karena itu, usahakan tidur dengan cukup yaitu 6 sampai 8 jam per hari.

Salah satu faktor penting penentu kesehatan seseorang adalah daya tahannya. Jika Anda memiliki daya tahan kuat, maka penyakit tidak mudah menghampiri. Sebaliknya, orang dengan daya tahan atau imunitas tubuh lemah lebih mudah terserang berbagai penyakit.

Referensi:

Savitri, T. (2020, November 3). Bagaimana cara kerja sistem imun manusia. Hello Sehat. Retrieved from https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/sistem-imun-manusia/#gref

Putra, A. P. (2020, Maret 6). Mengenal sistem imunitas tubuh. Retrieved from https://pahamify.com/blog/mengenal-sistem-imunitas-tubuh/

Savitri, T. (2020, September 10). Lima fakta menarik yang perlu anda tahu tentang sistem kekebalan tubuh. Hello Sehat. Retrieved from https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/fakta-sistem-kekebalan-tubuh-manusia/

Upahita, D. (2020, Juni 30). Lima penyebab sistem imun lemah dan tubuh mudah sakit. Hello Sehat. Retrieved from https://hellosehat.com/sehat/gejala-umum/penyebab-sistem-imun-lemah

Workshop Kemitraan Program Triple Eliminasi oleh Sokoguru

Kegiatan Workshop Kemitraan Program Triple Eliminasi oleh Sokoguru

Tanggal : Rabu- Kamis, 30- 31 Januari 2019

Kegiatan ini adalah kegiatan inti di awal program, dengan mengambil tema“Integrasi Kebijakan Eliminasi HIV, Sifilis, Hepatitis B  dalam Paket Pelayanan Antenatal Care (ANC) Terpadu Ibu Hamil” agar seluruh puskesmas, praktek bidan mandiri, RS swasta dapat mengintegrasikan kegiatan yang berkaitan dengan ibu hamil dalam pemeriksaan ANC dipastikan dengan pemeriksaan deteksi dini triple eliminasi.

Continue reading “Workshop Kemitraan Program Triple Eliminasi oleh Sokoguru”

Kegiatan Cadress Meeting oleh Laskar Jember

Hari/Tanggal       : Senin, 11 Februari 2019
Tempat                : Balai Desa Sabrang Kecamatan Ambulu

Kegiatan ini dihadiri oleh 20 orang yang terdiri dari 7 orang dari Yayasan Laskar, 8 orang Kader Puskesmas Ambulu, 6 orang Kader Puskesmas Andongsari, 6 orang Kader Puskesmas. 1 orang PP HIV Puskesmas Ambulu, 1 orang PP HIV Puskesmas Andongsari dan 1 orang PP HIV Puskesmas Sabrang. Proses Kegiatan :

Continue reading “Kegiatan Cadress Meeting oleh Laskar Jember”

Layanan Konseling Psikososial oleh PKBI Jatim di Klinik PKBI Jatim

Hari / Tanggal           : Kamis, 28 Februari 2019
Tempat                       : Klinik PKBI Jatim dan Mobile
Jumlah yang hadir     : 25 Orang 

Kegiatan layanan konseling psikososial ini dilakukan sejak bulan Desember 2018-Maret 2019 dengan meberikan konsultasi kepada Ibu hamil atau suami ibu hamil yang dilakukan oleh bidan yang telah terlatih untuk melakukan konseling serta psikolog. Kegiatan ini sebagai bentuk support kepada ibu hamil dan juga keluarga apabila terdapat masalah psikologis selama terjadinya kehamilan.

Continue reading “Layanan Konseling Psikososial oleh PKBI Jatim di Klinik PKBI Jatim”

Pemberian Informasi kepada Perempuan Usia Subur dan Ibu Hamil oleh PKBI Jabar

Pemberian Informasi oleh Puskesmas
Pemberian Informasi oleh Staff Puskesmas Pasir Kaliki


Pemberian Informasi kepada Perempuan Usia Subur dan Ibu hamil
Tempat : BIdan Anne, Jl. Kresna NO 60 Bandung
Tanggal Kegiatan : 20 Februari 2019

Pemberian Informasi kepada perempuan usia subur dan IBu hamil dikemas dalam bentuk mobile ANC.  Mobile ANC ini berisi layanan pemberian informasi, konseling dan akses test HIV, Sifilis dan Hepatitis B.  Mobile Aantenatal care , untuk pertama kalinya dilakukan di praktek BIdan Anne, bertempat di Jalan Kresna No. 60. 

Continue reading “Pemberian Informasi kepada Perempuan Usia Subur dan Ibu Hamil oleh PKBI Jabar”

Kegiatan Sosialisasi Program Yayasan Citra Usadha Indonesia

Kegiatan Sosialisasi Program di Kantor Citra Usadha Indonesia

Program yang direncanakan ini terfokus kepada pemberdayaan dan edukasi dengan  beberapa kegiatan penjangkauan, pembentukan dan  pelatihan. Dan dalam rangka memulai pelaksanaan program, maka penting dilakukan kegiatan sosialiasi secara internal lembaga dan eksternal lembaga.

Continue reading “Kegiatan Sosialisasi Program Yayasan Citra Usadha Indonesia”