Tindakan Awal Ketika Terpapar HIV

PEP atau post-exposure prophylaxis adalah tindakan awal pencegahan atau pengontrolan infeksi HIV di dalam tubuh. PEP merupakan langkah awal yang perlu dilakukan ketika terjadi kemungkinan paparan HIV. PEP harus dilakukan dalam waktu 72 jam atau 3 hari setelah kemungkinan paparan HIV untuk mencegah infeksi. 

Berbeda dengan PrEP yang bisa dikonsumsi pada kapan saja, PEP disarankan hanya digunakan dalam situasi darurat. PEP tidak diperuntukkan untuk konsumsi sehari-hari seperti PreP. PEP juga tidak dapat digunakan sebagai tindakan pencegahan penularan HIV seperti penggunaan kondom ketika berhubungan seks.

Bagaimana PEP bekerja?

PEP merupakan obat antiretroviral yang berfungsi untuk mencegah HIV menyebar ke seluruh tubuh. Obat ini harus dikonsumsi selama empat minggu untuk memastikan PEP benar-benar bekerja menghentikan virus bereplikasi setelah kemungkinan paparan terjadi. Dengan bantuan PEP, sel-sel yang telah terinfeksi HIV akan mati secara alamiah dalam waktu yang singkat sehingga menutup kemungkinan HIV berkembang dalam tubuh.

PEP harus dikonsumsi dalam waktu 72 jam setelah kemungkinan paparan terjadi. Semakin cepat mengonsumsi PEP maka semakin baik. Berdasarkan penelitian, PEP kemungkinan besar tidak akan bekerja jika dikonsumsi lebih dari tiga jam setelah paparan HIV terjadi.

Siapa saja yang perlu mengonsumsi PEP?

PEP hanya disarankan untuk orang HIV negatif atau pun mereka yang tidak mengetahui status HIV mereka, serta mereka yang dalam waktu 72 jam mengalami kemungkinan paparan terhadap HIV melalui hubungan seksual, menggunakan jarum suntik secara bersamaan, korban pemerkosaan, atau tenaga kesehatan yang tidak sengaja terpapar HIV ketika bertugas.  

Orang yang memiliki kemungkinan telah terpapar HIV, disarankan untuk segera datang ke fasilitas kesehatan untuk segera mendapatkan penanganan. Waktu sangatlah penting karena PEP harus dikonsumsi sesegera mungkin setela paparan terjadi.

Apa yang akan terjadi setelah PEP dikonsumsi?

PEP bukanlah obat sekali minum, melainkan regimen yang harus dikonsumsi dalam beberapa waktu. Biasanya, tenaga kesehatan menyarankan PEP untuk dikonsumsi 1 atau 2 kali sehari selama 28 hari atau seminggu. Sangatlah penting untuk mengonsumsi PEP sesuai dengan anjuran penyedia layanan kesehatan. Jika PEP tidak dikonsumsi secara teratur maka kemungkinan besar PEP tidak akan bekerja. 

Setelah masa konsumsi PEP berhasil, disarankan untuk mendatangi fasilitas kesehatan untuk melakukan tes lanjutan. Orang yang selesai mengonsumsi PEP akan disarankan untuk melakukan tes HIV 4 hingga 6 minggu setelah kemungkinan paparan HIV terjadi, setelah itu melakukan tes ulang tiga bulan kemudian tergantung dengan situasi dan kondisi orang tersebut.

Apa saja efek samping PEP?

Ditemukan beberapa efek samping ringan ketika mengonsumsi PEP, seperti sakit perut dan letih. Efek samping yang ditimbulkan tidak berbahaya dan akan menghilang dalam beberapa waktu. Jika terjadi efek samping yang mengganggu, disarankan untuk segera melakukan konsultasi ke layanan kesehatan terdekat. 

Di mana bisa mendapatkan PEP?

PEP dapat ditemukan di penyedia layanan kesehatan. Hanya saja, di Indonesia pengadaan PEP masih sangatlah sulit. Belum semua rumah sakit menyediakan PEP karena belum dimasukkan ke dalam program pencegahan HIV pemerintah. Meski begitu, tetap konsultasikan kepada dokter sesegera mungkin jika kita memiliki kemungkinan terpapar HIV.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
Feed

Artikel terkait

Mengenal Cabenuva

Bulan Januari 2021 lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat telah menyetujui penggunaan Cabenuva, atau obat HIV yang menggunakan metode suntik. Cabenuva dipercaya sebagai inovasi besar dalam sejarah pengobatan HIV karena hanya membutuhkan satu kali suntik untuk pengobatan satu bulan. Cabenuva merupakan obat HIV suntik pertama yang diizinkan

Read More »

Yang Perlu Diketahui Dari Tes HIV

Berdasarkan data yang dikutip dari UNAIDS, diperkirakan terdapat 35 juta orang yang hidup dengan HIV dan sekitar 19 juta orang lagi tidak mengetahui bahwa mereka mengidap HIV. Jumlah ini merupakan jumlah yang sangat besar, karena ini berarti 19 juta jiwa tidak mendapatkan perawatan dan pengobatan HIV yang pada dasarnya sangat

Read More »

Mitos Mengenai PREP

Profilaksis Pra Jajanan atau PrEP (Pre-exposure Prophylaxis) merupakan langkah alternatif mencegah diri dari paparan HIV. PrEP mampu mengurangi risiko infeksi HIV di seluruh lapisan kelompok masyarakat, khususnya kelompok yang berisiko tinggi terpapar HIV. Penelitian menunjukkan bahwa penularan HIV menurun hingga 90 persen pada kelompok yang rutin mengonsumsi PrEP selama empat

Read More »