Yang Perlu Diketahui Dari Tes HIV

Berdasarkan data yang dikutip dari UNAIDS, diperkirakan terdapat 35 juta orang yang hidup dengan HIV dan sekitar 19 juta orang lagi tidak mengetahui bahwa mereka mengidap HIV. Jumlah ini merupakan jumlah yang sangat besar, karena ini berarti 19 juta jiwa tidak mendapatkan perawatan dan pengobatan HIV yang pada dasarnya sangat mereka butuhkan. Hal ini tentunya merupakan masalah yang cukup mengkhawatirkan karena dengan begitu kemungkinan jumlah orang yang meninggal karena AIDS semakin besar. Selain itu, dengan banyaknya jumlah orang yang tidak mengetahui status positif HIV mereka, maka kemungkinan terjadinya penularan virus HIV di masyarakat semakin besar. 

Kementerian kesehatan, melalui  Permenkes No. 21 tahun 2013 Tentang Penanggulangan HIV dan AIDS, memasukkan pemeriksaan diagnosis HIV ke dalam kegiatan penanggulangan wabah HIV dan AIDS. HIngga kini, sudah banyak lembaga yang mengerahkan tenaga untuk meningkatkan jumlah tes HIV di masyarakat, khususnya kelompok masyarakat yang berisiko tinggi dalam penularan infeksi virus HIV, dan memastikan mereka mendapatkan layanan yang berkaitan dengan HIV.

Tes HIV Sejak Dini Membantu Mengurangi Penularan Virus dan Jumlah Kematian akibat AIDS

Ketidaktahuan masyarakat akan status HIV merupakan salah satu faktor besar yang mempengaruhi peningkatan penyebaran virus. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Centers for Disease Control and Prevention (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat), bahwa kebanyakan penularan virus HIV terjadi karena ketidaktahuan akan status HIV. 

Selain membantu mengurangi penyebaran virus HIV, pemeriksaan HIV sejak dini juga membantu mengurangi jumlah kematian akibat AIDS. Ketika virus terdeteksi dalam tubuh sejak dini, maka pengobatan dan penanganan bisa dilakukan sesegera mungkin sehingga virus tidak bereplikasi dan tidak menyebabkan AIDS.

Orang dengan HIV yang telah terdiagnosis dapat mendapatkan ART (antiretroviral therapy) dan tetap sehat hingga bertahun-tahun lamanya. Penelitian menyebutkan bahwa ART semakin efektif bila dilakukan sejak dini. Pengobatan ART mampu mengurangi jumlah virus HIV di dalam tubuh, mencegah gejala AIDS, dan membantu mencegah penyebaran HIV. 

Semua Orang Disarankan Melakukan Tes HIV

Centers for Disease Control and Prevention menyarankan agar tes HIV dilakukan oleh semua orang yang berumur 13 hingga 64 tahun sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin. Selain dijadikan sebagai bagian dari pemeriksaan rutin, tes HIV pun sangat dianjurkan bagi mereka yang memiliki kondisi;

– Terdiagnosis dengan gangguan kesehatan tertentu, seperti hepatitis dan tuberkulosis

– Pernah melakukan hubungan seksual dengan orang dengan HIV

– Pernah menggunakan jarum suntik bergantian dengan orang lain

– Memiliki pekerjaan sebagai pekerja seks

– Memiliki pasangan seksual lebih dari satu

– Sering melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom

– Memiliki riwayat penyakit seksual menular

Kelompok masyarakat yang memiliki gaya hidup berisiko disarankan untuk melakukan tes HIV secara rutin setiap tiga atau enam bulan sekali. 

Voluntary Counseling and Testing (VCT)

Tes HIV dikenal sebagai VCT atau Voluntary Counseling and Testing yang secara harfiah berarti tes dan konsul secara sukarela. VCT merupakan serangkaian tes untuk mengetahui apakah seseorang positif mengidap HIV atau tidak. Melalui VCT, masyarakat bisa melakukan tes, mempelajari hasil tes HIV, dan mendapatkan konseling terkait dengan risiko HIV mereka. Tes ini sifatnya sukarela, yang berarti tes harus didasari atas kemauan diri sendiri, bukan paksaan dari pihak luar.

Tujuan dari VCT adalah untuk mendeteksi penyebaran HIV sejak dini, dengan harapan mampu mengurangi penyebaran di masyarakat. VCT juga diharapkan mampu membantu mengurangi kematian yang disebabkan oleh AIDS. Selain itu, melalui konseling VCT juga berupaya untuk mengedukasi masyarakat mengenai HIV dan AIDS sehingga masyarakat lebih waspada akan infeksi virus HIV.

VCT bisa dilakukan di layanan kesehatan masyarakat seperti klinik, puskesmas, dan rumah sakit yang menyediakan layanan VCT.

referensi: 

Getting Tested. 2021. Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved from https://www.cdc.gov/hiv/basics/hiv-testing/getting-tested.html diakses pada 2021

Kementerian Kesehatan. 2013. Permenkes No. 21 tahun 2013 Tentang Penanggulangan HIV dan AIDS. Retrieved from https://dinkes.jatimprov.go.id/userfile/dokumen/Permenkes%20No%2021%20Tahun%202013%20Penanggulangan%20HIVAIDS.pdf diakses pada 2021Global HIV & AIDS Statistic. 2020. UNAIDS. Retrieved from https://www.unaids.org/en/resources/fact-sheet diakses pada 2021

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
Feed

Artikel terkait

Tindakan Awal Ketika Terpapar HIV

PEP atau post-exposure prophylaxis adalah tindakan awal pencegahan atau pengontrolan infeksi HIV di dalam tubuh. PEP merupakan langkah awal yang perlu dilakukan ketika terjadi kemungkinan paparan HIV. PEP harus dilakukan dalam waktu 72 jam atau 3 hari setelah kemungkinan paparan HIV untuk mencegah infeksi.  Berbeda dengan PrEP yang bisa dikonsumsi pada kapan

Read More »

Pentingnya Menghapus Stigma HIV-AIDS

Salah satu faktor yang menghambat upaya penanggulangan wabah HIV-AIDS adalah tingginya stigma dan diskriminasi di masyarakat. Sejak virus HIV pertama kali ditemukan hingga sekarang, sudah banyak penelitian yang terbukti mampu mematahkan mitos-mitos terkait HIV-AIDS. Meski demikian, stigma dan diskriminasi masih tetaplah ada. Hal ini tentunya akan mempengaruhi kesejahteraan hidup orang

Read More »

Pola Hidup Sehat Meski Hidup Dengan HIV

Di masa sekarang, pengobatan HIV telah berkembang menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan dua dekade lalu. Pandangan bahwa HIV positif merupakan vonis mati sudahlah tidak berlaku. Kini, orang-orang dengan HIV bisa hidup normal meski terdapat virus HIV di dalam tubuh mereka. HIV tidak lagi mencegah masyarakat untuk tetap hidup sehat.

Read More »