Kegiatan Sosialisasi Program Yayasan Citra Usadha Indonesia

Tujuan Sosialisasi program adalah memberikan pemahaman program secara detail pada team pelaksana program dan secara ekternal terhadap stakeholder, dan intansi terkait dalam rangka memperoleh dukungan, kerjasama, dan bekerja bersama dari kegiatan-kegiatan intervensi dari program.

Sosialisasi  program dilakukan di dua wilayah, yaitu Karangasem dan Buleleng dengan sasaran internal adalah team pelaksana program (Koordinator program, PL, administrasi keuangan, pengurus yayasan) dan eskternal terdiri dari  desa dan wilayah kerja PKM  dan Pustu (Puskesmas Pembantu), stakeholder , Bidan desa, Ibu hamil, Ibu terinfeksi HIV dan Perempuan usia reproduksi wilayah program. Proses kegiatan dilakukan dua tahap, terdiri dari :

Tahap I

Tahap 1 Kegiatan Sosialisasi Program

Kegiatan  dilakukan dalam bentuk pertemuan dua hari pada tanggal 21- 22 Desember 2018. Pada hari pertama, 21 Desember 2019 dihadiri 6 orang  ( team program Triple E : 4 orang dan  pengurus Yayasan  Citra Usadha Indonesia : 2 orang) dan pada hari kedua dihadiri 4 orang saja dari team pelaksana program.

Tahap II

Kegiatan Sosialisasi Tahap 2 oleh Yayasan Citra Usadha Indonesia

Kegiatan sosialisasi tahap II dilakukan dalam bentuk kunjungan langsung Petugas Lapangan ke lokasi  yang akan dijadikan intervensi program di masing-masing kabupaten (Buleleng fan Karangasem).

Sasarannya adalah  Stakeholder dan atau penguasa tingkat desa  (Lurah/perbekel dan kelian banjar), Puskesmas, dan organisasi ibu-ibu yang ada di desa lokasi program.

Kegiatan ini dilakukan secara rutin pada saat PL menjalankan penjangkuan ke lapangan pada lokasi program. Diharapkan sosialisasi di tahap ini adanya MOU sebagai bentuk kesepakatan kerjasama.

DAMPAK KEGIATAN

Kegiatan Sosialisasi Program oleh Yayasan Citra Usadha Indonesia
Secara internal lembaga, yaitu terhadap pelaksana program , dampak yang terjadi adalah sebagai berikut.

a. Bahwa kerterlibatan pengurus dan team pelaksana dalam  proses pertemuan sosialiasi  program ini menjadikan kejelasan dan ketegasan penerimaan program bagi pelaksana program dan lembaga.

b. Hasil/ouput  sosialisasi  seperti mekanisme kerja, kontrak kerja, schedule kerja satu tahun dan triwulan, dan lainnya telah dijadikan dasar implementasi tugas dan kegiatan PL, Admin keuangan dan Koordinator program.

c. Petugas lapangan memiliki kekuatan konten dari progam untuk  bahan materi promosi , pendekatan atau lobying terhadap pengambil kebiajakan/stakeholder , maupun dalam penjangkuan lapangan.

Secara eksternal, yaitu ketika PL telah melakukan sosialiasi ke intansi terkait, seperti layanan medis dan kepala desa/lingkungan, dampak yang terjadi adalah sebagai berikut.

Bahwa layanan medis, seperti Puskemas, Pustu, bidan praktek swasta, maupun Rumah Sakit dirasakan adanya saling mengisi terhadap program yang sama yang sedangkan dijalankan. Sehingga telah ada saling berkerjasama dan bekerja bersama-sama dalam kegiatan-kegiatan terkait pada Ibu hamil, usia produksi, dan Ibu dengan HIV positif.

a. Respon penguasa tingkat desa sangat positip , penyertaan organisasi perempuan didesa seperti posyandu, PKK, P4K , dan Kaur Kesejahteraan kantor kepala desa memberikan kontribusi fasilitas dan partisipasi keanggotaannya untuk sebagai penerima manfaat program

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *