Mengenal Infeksi Menular Seksual (IMS), Jenis, dan Gejalanya

Infeksi Menular Seksual atau sering dikenal dengan singkatan IMS adalah penyakit akibat infeksi yang dapat tertular melalui hubungan seksual. Umumnya, penyakit ini bisa terjadi akibat hubungan intim secara tidak sehat atau berisiko. IMS atau juga dikenal dengan penyakit menular seksual bisa tersebar melalui cairan tubuh, seperti sperma, darah, atau cairan lainnya.

IMS juga dapat ditularkan melalui kontak darah dan dari ibu yang terinfeksi kepada janin atau bayinya, seperti HIV, Hepatitis B-C, dan Sifilis. Anda mungkin tidak asing dengan penyakit sifilis, gonore, atau herpes genital. Ketiganya merupakan beberapa contoh penyakit menular seksual. Sumber penyebab penyakit ini antara lain bakteri, jamur, virus, parasit, dan protozoa pada alat kelamin.

Di tahap awal, tidak semua penderita mengalami gejala yang mengganggu kesehatan tubuh. Tidak jarang penderita tidak menyadari hingga ia sampai pada tahap serius dan parah. Oleh karena itu, seseorang yang merasakan gejala-gejala seperti ruam, gatal, atau keluar cairan berbau dari alat kelamin disarankan segera berkonsultasi ke dokter.

Perlu diketahui bahwa infeksi ini tidak dapat menular dengan kontak sosial seperti bertemu, bersalaman, berpelukan, atau sekedar berbincang. Jadi, Anda tidak perlu merasa khawatir ketika berinteraksi dengan penderita IMS. Ulasan mengenai infeksi terkait akan dibahas secara lengkap berikut ini.

Gejala Umum yang Timbul dari Penyakit IMS

IMS pada tahap awal biasanya tidak menimbulkan gejala signifikan, terutama pada wanita. Hal ini menyebabkan penderita tidak menyadari penyakit itu hingga muncul komplikasi atau kondisinya sudah serius. Terkadang penderita juga baru menyadari atau setidaknya merasa sadar ketika pasangan seksualnya dinyatakan menderita penyakit menular seksual.

Adapun gejala-gejala umum yang sering muncul pada penderita IMS antara lain, ruam di kulit atau penis, muncul benjolan atau luka pada area vagina, penis, anus, mulut, rasa nyeri saat buang air kecil, keputihan berbau dan berwarna, nyeri saat hubungan seks. Gejala IMS tidak hanya terasa di alat kelamin saja.

Misalnya tubuh menggigil atau demam, perut bagian bawah terasa nyeri, adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening, ruam kulit di area tangan, kaki, atau badan. Apabila merasakan satu atau beberapa gejala itu, Anda patut berhati-hati dan segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Jangan ragu apalagi merasa malu karena ini berkaitan dengan fungsi tubuh Anda. Karena pemeriksaan atau penanganan terlambat justru akan memperburuk kondisi kesehatan Anda. Hal ini pada akhirnya akan mengakibatkan Infeksi Menular Seksual yang diderita semakin parah dan sulit ditangani.

IMS yang tidak diobati dengan benar atau diobati sendiri dengan obat-obatan warung (seperti antibiotik/suntikan) hanya mengakibatkan gejala/tanda IMS hilang sementara. Akan tetapi, infeksi tidak sepenuhnya sembuh, bahkan tubuh akan membentuk resistensi (kekebalan) obat, sehingga obat tersebut tidak akan efektif.

Jenis  Jenis IMS Berdasarkan Penyebabnya

Di dalam penyakit menular seksual, terdapat jenis – jenis IMS berdasarkan penyebabnya, berikut ini adalah jenis – jenisnya :

  1. IMS Disebabkan oleh Bakteri
  2. Sifilis, yaitu IMS akibat infeksi Treponema pallidum yang juga dikenal dengan “raja singa”. Gejala yang dirasakan dari manusia yang terjangkit penyakit raja singa antara lain mengalami sakit pada organ intim dan area sekitar mulut .
  3. Gonore (Kencing Nanah), yaitu penyakit yang ditimbulkan karena serangan Neisseria gonorrhoeae. Gonore ditandai keluarnya cairan dari vagina maupun penis. Gejala yang dirasakan pada orang yang terjangkit gonore ini adalah merasakan kram atau nyeri pada penis saat buang air kecil.
  4. IMS Disebabkan oleh Virus

HPV atau Human papillomavirus, adalah IMS yang disebabkan oleh virus HPV. HPV menyebabkan timbulnya kutil kelamin sampai kanker serviks. Yang kedua ada HIV, yaitu penyakit akibat infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV), di mana target serangannya adalah sistem imun manusia. Kalau tidak diobati, HIV bisa berkembang menjadi AIDS. Selanjutnya, ada Hepatitis B dan C, yaitu penyakit diakibatkan infeksi virus dengan nama sama. Penyakit ini dapat berakibat pada kanker hati atau gangguan hati kronis. Terakhir, herpes genitalis yang disebabkan oleh virus Herpes hominis tipe 2. Terkadang, herpes tidak menunjukkan gejala, namun kondisi daya tahan tubuh dapat menurun dan muncul gejala seperti luka lepuh.

  • IMS Disebabkan oleh Jamur

Candidiasis, yaitu penyakit menular seksual akibat jamur Candida. Penderita penyakit ini akan mengalami ruam di kulit terutama bagian lipatan. Jamur Candida tersebut dapat menginfeksi alat kelamin, saluran pencernaan, kulit, bahkan kuku. Penularan Candidiasis terjadi lewat hubungan seksual.

  • IMS Disebabkan oleh Protozoa (Trikomoniasis)

Penyakit menular seksual ini yang diakibatkan oleh parasit bernama Trichomonas Vaginalis. Penyakit ini pada wanita ditandai dengan keputihan yang berbau serta berwarna kekuningan atau kehijauan. Sementara pria yang menderita Trikomoniasis gejalanya kencing bernanah atau terasa sakit saat buang air kecil.

  • IMS Disebabkan oleh Parasit

Pedikulosis Pubis adalah IMS yang disebabkan oleh kutu kelamin atau Pthirus Pubis. Kutu tersebut merupakan serangga yang hidup di rambut pubis sehingga menimbulkan rasa gatal pada area kelamin. Selain gatal, gejala lain yang ditimbulkan adalah bintik kemerahan pada kulit, peradangan, hingga demam.

Cara Pencegahan Penularan IMS Secara Tepat

Cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan penyakit IMS dengan tepat dan benar adalah sebagai berikut ini :

  1. Menghindari Perilaku Seksual Berisiko

Melakukan hubungan seks secara tidak aman meningkatkan risiko penyakit menular seksual. Untuk itu, sebaiknya Anda menghindari hubungan intim pra-nikah atau aktivitas seksual berisiko, seperti anal atau oral seks, terutama untuk kelompok remaja. Cara ini dapat mencegah penularan IMS secara tepat.

  • Tetap Setia dengan Satu Pasangan

Risiko penularan IMS semakin tinggi pada kelompok yang melakukan aktivitas seksual dengan pasangan lebih dari satu. Untuk itu, sebaiknya Anda hanya melakukan hubungan intim dengan satu pasangan saja. Dengan begitu risiko tertular penyakit menular seksual menjadi lebih kecil.

  • Memakai Alat Kontrasepsi Kondom

Penggunaan alat kontrasepsi kondom ketika berhubungan seks menurunkan potensi penularan jenis penyakit ini. Jika Anda memiliki pasangan penderita penyakit menular seksual, maka sangat disarankan memakai kondom ketika melakukan aktivitas seksual. Dengan begitu Anda tidak tertular dari pasangan.

  • Tidak Memakai Alat Suntik (Jarum) dengan Bergantian

Penularan jenis penyakit ini juga bisa dicegah dengan tidak memakai jarum suntik bergantian. Suntik tidak setril merupakan media pertukaran darah antar manusia. Bagi Anda yang hobi membuat tato di tubuh atau tindik, hal ini sangat penting diperhatikan. Pastikan jarum tersebut dalam kondisi steril agar tidak terjadi penularan jenis infeksi ini.

Pada dasarnya, infeksi terkait dapat diobati, sehingga gejalanya tidak berkelanjutan menjadi lebih serius. Untuk menghindari kondisi kesehatan memburuk akibat IMS, diperlukan kenali gejalanya dan lakukan konsultasi segera agar cepat tertangani. Lebih penting lagi adalah hindari perilaku yang berisiko menularkan Infeksi Menular Seksual.

Referensi:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. (2018). Pendidikan pencegahan HIV AIDS di sekolah. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mengenal penyakit infeksi menular seksual. (2019, Oktober 8). Dokter Sehat. Retrieved from https://doktersehat.com/mengenal-penyakit-infeksi-menular-seksual-ims/

Willy, T. (2018, Mei 17). Kutu kemaluan. Alodokter. Retrieved from https://www.alodokter.com/kutu-kemaluan

Willy, T. (2019, April 8). Penyakit menular seksual. Alodokter. Retrieved from https://www.alodokter.com/penyakit-menular-seksual-pms

Pengertian Imunitas Tubuh dan Perannya untuk Kesehatan

Pengertian Sistem Imunitas dan Kekebalan Tubuh

Istilah imunitas tubuh tentu sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Pengertian sistem imunitas juga kerap disebut dengan daya tahan atau kekebalan seseorang terhadap penyakit. Sesuai dengan namanya, sistem ini bertugas membuat badan tetap kebal dari berbagai serangan kuman, sehingga menyebabkan penyakit. Oleh karena itu, imunitas sangat penting bagi kesehatan manusia.

Setiap hari kita selalu berdampingan dengan virus atau bakteri yang tidak dapat dilihat secara langsung karena membutuhkan alat untuk melihatnya. Virus dan bakteri tersebut dapat masuk ke badan kita. Namun, tubuh rupanya memiliki sebuah sistem pertahanan untuk menjaga dari serangan benda asing, seperti virus dan bakteri tadi.

Pertahanan tersebut lah yang kemudian dikenal sebagai sistem imun. Seseorang dengan imunitas tinggi akan lebih resisten terhadap serangan kuman dan penyakit. Sebaliknya, jika kekebalan melemah, serangan kuman dari luar lebih mudah masuk dan membuat fungsi organ terganggu. Berikut ini hal – hal yang perlu Anda ketahui tentang imunitas.

Definisi dari Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan atau imunitas adalah sebuah sistem di dalam tubuh yang berperan melawan serangan dari luar sehingga dapat membahayakan kesehatan manusia. Ada beberapa elemen yang membangun sebuah imunitas, antara lain sel, protein, jaringan, serta organ – organ khusus. Komponen – komponen tersebut bekerja bersama – sama untuk mengenali dan melawan patogen yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Salah satu sel yang memiliki peran penting dalam sistem imun adalah leukosit alias sel darah putih. Sel darah putih bergerak atau beredar di seluruh tubuh melalui jalur pembuluh darah dan pembuluh limpatik. Sel ini bekerja layaknya polisi saat berpatroli, mengawasi jika ada penyusup yang berpotensi membahayakan kondisi kesehatan kita.

Ada berbagai macam sel darah putih dalam tubuh manusia. Tipe sel darah putih secara bersama – sama bekerja mencari dan membunuh kuman penyebab penyakit terdiri dari limfosit dan fagosit.

Peran limfosit adalah sebagai agen yang memantau dan mengenali penyerang. Limfosit kemudian terbagi lagi menjadi dua tipe, yakni B dan T. Sedangkan, fagosit bertugas memakan penyerang agar mati sebelum membahayakan tubuh. Fagosit juga terbagi menjadi beberapa macam sel dimana masing – masing sel memiliki tugas dan fungsi tersendiri. Salah satu jenis fagosit adalah neutrofil. Sel neutrofil berperan dalam melawan jika terdapat bakteri masuk ke tubuh.

Cara Kerja Sistem Imun Manusia

Tugas utama sistem imun adalah mempertahankan badan dari gangguan luar, sehingga tidak merugikan atau mengganggu fungsinya. Mikroorganisme kuman atau patogen dapat masuk ke tubuh manusia. Namun, keberadaannya akan langsung terancam oleh “tentara” saat berpatroli di seluruh badan. Jadi apabila “tentara” tersebut kuat, ia dapat mengalahkan patogen yang mencoba menyerang.

Patogen atau mikroorganisme yang mencoba menyerang biasa disebut dengan istilah antigen (bibit penyakit). Sel – sel berpatroli akan mendeteksi antigen dan segera melindungi tubuh dari antigen tersebut. Deteksi antigen selanjutnya memicu sel – sel untuk mengenali antigen tersebut dan memberikan perlawanan. Responnya yaitu dengan pembentukan antibodi.

Antibodi sendiri adalah protein yang menempel pada antigen. Kemudian, antigen akan dihancurkan oleh sel lain. Sementara, antibodi sendiri menetap di dalam tubuh dan berperan sebagai tentara khusus sesuai antigen tertentu. Jadi, ketika di lain waktu antigen serupa menyerang lagi, antibodi sudah siap melawannya.

Hal Menarik tentang Imunitas Tubuh

Dalam sistem kekebalan tubuh manusia, terdapat hal yang menarik untuk dipelajari, berikut ini adalah hal yang menarik dari sistem imun manusia :

  1. Cepat Beradaptasi dan Jarang Salah

Sistem imun manusia memiliki kecerdasan luar biasa. Sistem ini dapat beradaptasi dengan adanya patogen atau mikroorganisme baru yang datang menyerang. Paparan kuman yang terjadi secara terus-menerus membuat imun terus mempelajari agar dapat membangun kekuatan untuk melawannya. Sayangnya, hal ini hanya terjadi pada orang dengan sistem imun kronis yang tidak dapat tertular.

  • Peran Usus dalam Daya Tahan

Saluran pencernaan alias usus bekerja layaknya gerbang pertahanan badan kita. Saluran cerna atau usus adalah komponen sistem imun yang bekerja sangat keras. Usus berperan dalam membedakan antara bakteri baik dan bakteri buruk. Dengan begitu, kondisi kesehatan selalu terjaga.

  • Antibodi Adalah Pasukan Tentara yang Melindungi Badan

Saat sel mengetahui adanya serangan dari benda asing, sistem imun akan memberikan respon. Salah satunya dengan membentuk antibodi. Antibodi ini kemudian bekerja mengingat kuman atau zat asing. Sehingga saat kuman tersebut datang kembali, antibodi telah siap melakukan perlawanan.

Penyebab dari Lemahnya Sistem Kekebalan Tubuh Manusia

Dalam sistem imun pada tubuh manusia, ada hal yang menyebabkan lemahnya sistem imunitas manusia, berikut ini adalah penyebabnya :

  1. Mengalami Stres

Tidak bisa dipungkiri bahwa stres adalah salah satu faktor terpenting penyebab kekebalan tubuh melemah. Gejala stres antara lain perasaan gelisah, cemas, sakit kepala, hingga susah tidur. Saat seseorang mengalami stres, sistem imun akan bekerja lebih keras dalam menjaga kesehatan.

2. Kurang Melakukan Aktivitas Fisik

Seseorang yang jarang melakukan aktivitas fisik atau tidak berolahraga biasanya memiliki sistem kekebalan lebih lemah. Inilah sebabnya mengapa atlet jarang sakit atau lebih cepat pulih jika jatuh sakit. Jika Anda ingin memiliki daya tahan tinggi, usahakan agar berolahraga secara rutin serta banyak melakukan kegiatan fisik.

3. Jam Tidur Kurang

Saat Anda tidur, sel – sel dalam tubuh tetap bekerja untuk memperbaiki fungsi – fungsi organ serta menjaga kesehatannya. Sel – sel pada orang yang kurang tidur biasanya tidak dapat bekerja secara maksimal karena tubuh tetap dipaksa bekerja di saat harus istirahat. Oleh karena itu, usahakan tidur dengan cukup yaitu 6 sampai 8 jam per hari.

Salah satu faktor penting penentu kesehatan seseorang adalah daya tahannya. Jika Anda memiliki daya tahan kuat, maka penyakit tidak mudah menghampiri. Sebaliknya, orang dengan daya tahan atau imunitas tubuh lemah lebih mudah terserang berbagai penyakit.

Referensi:

Savitri, T. (2020, November 3). Bagaimana cara kerja sistem imun manusia. Hello Sehat. Retrieved from https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/sistem-imun-manusia/#gref

Putra, A. P. (2020, Maret 6). Mengenal sistem imunitas tubuh. Retrieved from https://pahamify.com/blog/mengenal-sistem-imunitas-tubuh/

Savitri, T. (2020, September 10). Lima fakta menarik yang perlu anda tahu tentang sistem kekebalan tubuh. Hello Sehat. Retrieved from https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/fakta-sistem-kekebalan-tubuh-manusia/

Upahita, D. (2020, Juni 30). Lima penyebab sistem imun lemah dan tubuh mudah sakit. Hello Sehat. Retrieved from https://hellosehat.com/sehat/gejala-umum/penyebab-sistem-imun-lemah

Workshop Kemitraan Program Triple Eliminasi oleh Sokoguru

Kegiatan Workshop Kemitraan Program Triple Eliminasi oleh Sokoguru

Tanggal : Rabu- Kamis, 30- 31 Januari 2019

Kegiatan ini adalah kegiatan inti di awal program, dengan mengambil tema“Integrasi Kebijakan Eliminasi HIV, Sifilis, Hepatitis B  dalam Paket Pelayanan Antenatal Care (ANC) Terpadu Ibu Hamil” agar seluruh puskesmas, praktek bidan mandiri, RS swasta dapat mengintegrasikan kegiatan yang berkaitan dengan ibu hamil dalam pemeriksaan ANC dipastikan dengan pemeriksaan deteksi dini triple eliminasi.

Continue reading “Workshop Kemitraan Program Triple Eliminasi oleh Sokoguru”

Kegiatan Cadress Meeting oleh Laskar Jember

Hari/Tanggal       : Senin, 11 Februari 2019
Tempat                : Balai Desa Sabrang Kecamatan Ambulu

Kegiatan ini dihadiri oleh 20 orang yang terdiri dari 7 orang dari Yayasan Laskar, 8 orang Kader Puskesmas Ambulu, 6 orang Kader Puskesmas Andongsari, 6 orang Kader Puskesmas. 1 orang PP HIV Puskesmas Ambulu, 1 orang PP HIV Puskesmas Andongsari dan 1 orang PP HIV Puskesmas Sabrang. Proses Kegiatan :

Continue reading “Kegiatan Cadress Meeting oleh Laskar Jember”

Layanan Konseling Psikososial oleh PKBI Jatim di Klinik PKBI Jatim

Hari / Tanggal           : Kamis, 28 Februari 2019
Tempat                       : Klinik PKBI Jatim dan Mobile
Jumlah yang hadir     : 25 Orang 

Kegiatan layanan konseling psikososial ini dilakukan sejak bulan Desember 2018-Maret 2019 dengan meberikan konsultasi kepada Ibu hamil atau suami ibu hamil yang dilakukan oleh bidan yang telah terlatih untuk melakukan konseling serta psikolog. Kegiatan ini sebagai bentuk support kepada ibu hamil dan juga keluarga apabila terdapat masalah psikologis selama terjadinya kehamilan.

Continue reading “Layanan Konseling Psikososial oleh PKBI Jatim di Klinik PKBI Jatim”

Pemberian Informasi kepada Perempuan Usia Subur dan Ibu Hamil oleh PKBI Jabar

Pemberian Informasi oleh Puskesmas
Pemberian Informasi oleh Staff Puskesmas Pasir Kaliki


Pemberian Informasi kepada Perempuan Usia Subur dan Ibu hamil
Tempat : BIdan Anne, Jl. Kresna NO 60 Bandung
Tanggal Kegiatan : 20 Februari 2019

Pemberian Informasi kepada perempuan usia subur dan IBu hamil dikemas dalam bentuk mobile ANC.  Mobile ANC ini berisi layanan pemberian informasi, konseling dan akses test HIV, Sifilis dan Hepatitis B.  Mobile Aantenatal care , untuk pertama kalinya dilakukan di praktek BIdan Anne, bertempat di Jalan Kresna No. 60. 

Continue reading “Pemberian Informasi kepada Perempuan Usia Subur dan Ibu Hamil oleh PKBI Jabar”

Kegiatan Sosialisasi Program Yayasan Citra Usadha Indonesia

Kegiatan Sosialisasi Program di Kantor Citra Usadha Indonesia

Program yang direncanakan ini terfokus kepada pemberdayaan dan edukasi dengan  beberapa kegiatan penjangkauan, pembentukan dan  pelatihan. Dan dalam rangka memulai pelaksanaan program, maka penting dilakukan kegiatan sosialiasi secara internal lembaga dan eksternal lembaga.

Continue reading “Kegiatan Sosialisasi Program Yayasan Citra Usadha Indonesia”

SIARAN PERS: “Cegah Penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B dari Ibu dan Anak”

Jakarta, 28 November 2018 – Infeksi HIV, Sifilis dan Hepatitis B yang terjadi di kalangan Ibu hamil di Indonesia, tidak hanya mengancam kualitas hidup ibu hamil tersebut, namun juga kualitas hidup anak yang dikandungnya. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, infeksi HIV, Sifilis, dan Hepatitis B pada anak lebih dari 90% tertular dari ibunya. Prevalensinya pada ibu hamil berturut-turut sebesar 0,3%, 1,7% dan 2,5%. Adapun risiko penularan dari ibu ke anak untuk HIV adalah 20%-45%, Sifilis 69-80%, dan Hepatitis B lebih dari 90%.

Dengan pola penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B yang relatif sama, yaitu ditularkan melalui hubungan seksual, pertukaran/kontaminasi darah, dan secara vertikal dari ibu ke anak, maka Kementerian Kesehatan melakukan upaya pencegahan dan penanggulangannya secara bersama-sama atau yang sering disebut Triple Eliminasi, dengan strategi program meliputi:

1). Meningkatkan akses & kualitas layanan bagi ibu hamil, ibu menyusui dan  bayi/anak sesuai standar.
2). Meningkatkan peran fasilitas pelayanan kesehatan dalam penatalaksanaan yang diperlukan untuk Eliminasi Penularan.
3). Meningkatkan penyediaan sumber daya di bidang kesehatan.
4). Meningkatkan jejaring kerja dan kemitraan, serta kerja sama lintas program dan lintas sektor.
5). Meningkatkan peran serta masyarakat.

Untuk mendukung program di atas, serta untuk mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada publik mengenai Triple Eliminasi, Yayasan Kemitraan Indonesia Sehat (YKIS) pada tanggal 28 November 2018 menyelenggarakan Konferensi Pers Triple Eliminasi bertajuk “Permasalahan dan Upaya Pencegahan Penularan HIV, Sifillis dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak”. Narasumber pada acara tersebut adalah Dr. Eny Gustina, MPH (Direktur Kesehatan Keluarga, Kemenkes RI), Dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH selaku Ketua Badan Pembina YKIS, dan Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD, KHOM, Badan Pembina YKIS / pakar nasional Triple Eliminasi. Bertindak sebagai moderator Prof. Irwanto, PhD, Ketua Pengurus YKIS.

Menurut Direktur Kesehatan Keluarga, pemerintah telah mentargetkan program Triple Eliminasi pada tahun 2022 dengan indikator berupa infeksi baru HIV, Sifilis, dan/atau Hepatitis B pada anak kurang dari atau sama dengan 50/100.000 (lima puluh per seratus ribu) kelahiran hidup. Prof. Zubairi Djoerban menegaskan beberapa hal penting yang perlu dilakukan yaitu pentingnya tes HIV menjelang menikah, tes hamil bagi semua ibu hamil, tes HIV bagi bayi yang lahirkan oleh Odha, bagi Odha yang ingin menikah harus menunggu selama tiga bulan hingga viral load HIV tidak terdeteksi karena minum ARV, bayi dengan HIV secepatnya diberikan pengobatan, Odha anak berhak sekolah karena HIV tidak ditularkan melalui pergaulan di sekolah.

Ketua YKIS, Prof. Irwanto, PhD menjelaskan YKIS berfokus membangun upaya kemitraan dalam   peningkatan kemampuan dan peran organisasi kemasyarakatan di bidang preventif dan promotif kesehatan. Pada Konferensi Pers tersebut, sekaligus diumumkan tujuh organisasi kemasyarakatan dari Jawa – Bali yang telah lolos seleksi proposal untuk mendapat dukungan dana YKIS untuk menjalankan kegiatan Triple eliminasi pada tahun 2018-2019.  Ketujuh organisasi tersebut adalah: (1) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Kelestarian Alam, Surakarta, Jawa Tengah, (2) Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Jawa Barat, (3) Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Jawa Timur, (4) Yayasan Citra Usadha Indonesia, Denpasar, Bali, (5) Yayasan Langkah Sehat & Berkarya, Jember, Jawa Timur, (6) Yayasan Pelita Ilmu, Jakarta, dan (7) Yayasan Sokoguru, Semarang, Jawa Tengah.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:
Kantor Yayasan Kemitraan Indonesia Sehat (YKIS)
Jl. Tebet Timur Dalam VIII U, No. 11, Tebet, Jakarta Selatan 12820
Telp: 021-8319542
e-mail: yayasan.kemitraan@gmail.com
Website: https://ykis.org

Pengumuman Hasil Seleksi Tahap Akhir ‘Call for Proposal’ Yayasan Kemitraan Indonesia Sehat (YKIS)

Berdasarkan hasil penilaian Tim Seleksi ‘Call for Proposal’ YKIS, berikut ini disampaikan 7 (tujuh) organisasi yang ditetapkan sebagai Penerima Dukungan Dana YKIS periode 2018-2019 untuk Program Eliminasi Penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak:

Continue reading “Pengumuman Hasil Seleksi Tahap Akhir ‘Call for Proposal’ Yayasan Kemitraan Indonesia Sehat (YKIS)”