SIARAN PERS: “Cegah Penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B dari Ibu dan Anak”

Jakarta, 28 November 2018 – Infeksi HIV, Sifilis dan Hepatitis B yang terjadi di kalangan Ibu hamil di Indonesia, tidak hanya mengancam kualitas hidup ibu hamil tersebut, namun juga kualitas hidup anak yang dikandungnya. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, infeksi HIV, Sifilis, dan Hepatitis B pada anak lebih dari 90% tertular dari ibunya. Prevalensinya pada ibu hamil berturut-turut sebesar 0,3%, 1,7% dan 2,5%. Adapun risiko penularan dari ibu ke anak untuk HIV adalah 20%-45%, Sifilis 69-80%, dan Hepatitis B lebih dari 90%.

Dengan pola penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B yang relatif sama, yaitu ditularkan melalui hubungan seksual, pertukaran/kontaminasi darah, dan secara vertikal dari ibu ke anak, maka Kementerian Kesehatan melakukan upaya pencegahan dan penanggulangannya secara bersama-sama atau yang sering disebut Triple Eliminasi, dengan strategi program meliputi:

1). Meningkatkan akses & kualitas layanan bagi ibu hamil, ibu menyusui dan  bayi/anak sesuai standar.
2). Meningkatkan peran fasilitas pelayanan kesehatan dalam penatalaksanaan yang diperlukan untuk Eliminasi Penularan.
3). Meningkatkan penyediaan sumber daya di bidang kesehatan.
4). Meningkatkan jejaring kerja dan kemitraan, serta kerja sama lintas program dan lintas sektor.
5). Meningkatkan peran serta masyarakat.

Untuk mendukung program di atas, serta untuk mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada publik mengenai Triple Eliminasi, Yayasan Kemitraan Indonesia Sehat (YKIS) pada tanggal 28 November 2018 menyelenggarakan Konferensi Pers Triple Eliminasi bertajuk “Permasalahan dan Upaya Pencegahan Penularan HIV, Sifillis dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak”. Narasumber pada acara tersebut adalah Dr. Eny Gustina, MPH (Direktur Kesehatan Keluarga, Kemenkes RI), Dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH selaku Ketua Badan Pembina YKIS, dan Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD, KHOM, Badan Pembina YKIS / pakar nasional Triple Eliminasi. Bertindak sebagai moderator Prof. Irwanto, PhD, Ketua Pengurus YKIS.

Menurut Direktur Kesehatan Keluarga, pemerintah telah mentargetkan program Triple Eliminasi pada tahun 2022 dengan indikator berupa infeksi baru HIV, Sifilis, dan/atau Hepatitis B pada anak kurang dari atau sama dengan 50/100.000 (lima puluh per seratus ribu) kelahiran hidup. Prof. Zubairi Djoerban menegaskan beberapa hal penting yang perlu dilakukan yaitu pentingnya tes HIV menjelang menikah, tes hamil bagi semua ibu hamil, tes HIV bagi bayi yang lahirkan oleh Odha, bagi Odha yang ingin menikah harus menunggu selama tiga bulan hingga viral load HIV tidak terdeteksi karena minum ARV, bayi dengan HIV secepatnya diberikan pengobatan, Odha anak berhak sekolah karena HIV tidak ditularkan melalui pergaulan di sekolah.

Ketua YKIS, Prof. Irwanto, PhD menjelaskan YKIS berfokus membangun upaya kemitraan dalam   peningkatan kemampuan dan peran organisasi kemasyarakatan di bidang preventif dan promotif kesehatan. Pada Konferensi Pers tersebut, sekaligus diumumkan tujuh organisasi kemasyarakatan dari Jawa – Bali yang telah lolos seleksi proposal untuk mendapat dukungan dana YKIS untuk menjalankan kegiatan Triple eliminasi pada tahun 2018-2019.  Ketujuh organisasi tersebut adalah: (1) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Kelestarian Alam, Surakarta, Jawa Tengah, (2) Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Jawa Barat, (3) Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Jawa Timur, (4) Yayasan Citra Usadha Indonesia, Denpasar, Bali, (5) Yayasan Langkah Sehat & Berkarya, Jember, Jawa Timur, (6) Yayasan Pelita Ilmu, Jakarta, dan (7) Yayasan Sokoguru, Semarang, Jawa Tengah.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:
Kantor Yayasan Kemitraan Indonesia Sehat (YKIS)
Jl. Tebet Timur Dalam VIII U, No. 11, Tebet, Jakarta Selatan 12820
Telp: 021-8319542
e-mail: yayasan.kemitraan@gmail.com
Website: http://ykis.org

Pengumuman Hasil Seleksi Tahap Akhir ‘Call for Proposal’ Yayasan Kemitraan Indonesia Sehat (YKIS)

Berdasarkan hasil penilaian Tim Seleksi ‘Call for Proposal’ YKIS, berikut ini disampaikan 7 (tujuh) organisasi yang ditetapkan sebagai Penerima Dukungan Dana YKIS periode 2018-2019 untuk Program Eliminasi Penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak:

  1. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Kelestarian Alam (L-PASKA), Surakarta, Jawa Tengah
  2. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Jawa Barat
  3. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Jawa Timur
  4. Yayasan Citra Usadha Indonesia, Denpasar, Bali
  5. Yayasan Langkah Sehat & Berkarya (LASKAR), Jember, Jawa Timur
  6. Yayasan Pelita Ilmu, Jakarta
  7. Yayasan Sokoguru, Semarang, Jawa Tengah

Proses seleksi ‘Call for Proposal’ Tahap II

Pengumuman

Proses seleksi Tahap II(Teknis Program) ‘Call for Proposal’ YKIS saat ini masih berlangsung. Hasil akhir seleksi Tahap II ini akan kami umumkan hari Senin, 12 Nopember 2018. Demikian, mohon dimaklumi. Terima Kasih

Panitia Seleksi CFP YKIS 2018

Pengumuman Organisasi yang lulus Seleksi Administratif ‘Call for Proposal’

Meneruskan Informasi Dari Tim Seleksi Tahap I (Administrasi), seleksi ‘Call for Proposal’ YKIS tahap I telah selesai dilaksanakan.

Berikut ini disampaikan Organisasi yang dinyatakan lulus seleksi Tahap I, yang selanjutnya akan diikutsertakan pada seleksi tahap ke II (Teknis Program dan Keuangan):

1) Yayasan Spirit Paramacitta, Bali
2) Yayasan Matahati, Tasikmalaya, Jawa Barat
3) Yayasan LASKAR Jember, Jawa Timur
4) PKBI Kota Semarang, Jawa Tengah
5) Yayasan Paramitra, Mojorejo, Jawa Timur
6) Yayasan Grapiks Bekasi, Jawa Barat
7) Yayasan LEKAS Bogor, Jawa Barat
8) Yayasan Simponi Akar Rumput (SAR), Situbondo, Jawa Timur
9) Forum Komunikasi Peduli Batang, Jawa Tengah
10) Yayasan Lingkar Gagasan Indonesia, Malang, Jawa Timur
11) Yayasan Sokoguru, Semarang, Jawa Tengah
12) Gaya Patriot Kota Bekasi, Jawa Barat
13) Perkumpulan PEKA, Kota Bogor, Jawa Barat
14) Yayasan PASKA Solo, Jawa Tengah
15) Yayasan Tegak dan Tegar, Jakarta
16) PKBI Provinsi Jawa Barat
17) Yayasan Citra Usadha Indonesia, Denpasar, Bali
18) PKBI Provinsi Jawa Timur
19) Yayasan Karisma, Jakarta
20) Perkumpulan Suar Indonesia, Kediri, Jawa Timur
21) Yayasan Anak dan Perempuan, Jakarta Utara
22) PKBI Tegal, Jawa Tengah
23) Yayasan Pelita Ilmu, Jakarta
24) Yayasan Resik, Subang, Jawa Barat
25) Yayasan Wahana Cita Indonesia, Banten

Call for Proposal

YKIS percaya bahwa dengan mengembangkan program-program yang baik dan tepat sasaran bersama para mitra binaan, akan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat luas.

“CALL FOR PROPOSAL” – Saat ini telah ditutup

Bagi organisasi kemasyarakatan yang ingin mengakses dukungan dana dan menjadi mitra binaan YKIS silahkan menghubungi YKIS.

Program Kemitraan

YKIS mendukung terciptanya kemitraan yang kokoh dan berlandaskan prinsip-prinsip saling mempercayai, saling menghormati serta saling menguntungkan yang akan memberikan daya ungkit bagi pencapaian visi dan misi organisasi.

Kemitraan Sesama

YKIS menyadari bahwa dalam melaksanakan program dan kegiatan untuk mencapai tujuan, tidak bisa seluruhnya dilakukan sendiri. YKIS membuka kesempatan yang seluas-luasnya untuk bersinergi dengan mitra-mitra terbaik yang memiliki kesamaan visi dan kepentingan.

Kemitraan Binaan

YKIS percaya bahwa dengan mengembangkan program-program yang baik dan tepat sasaran bersama para mitra binaan, akan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat luas.

Bagi organisasi kemasyarakatan yang ingin mengakses dukungan dana dan menjadi mitra binaan YKIS silahkan klik : DISINI

Kemitraan Korporasi dan Lembaga Donor

YKIS juga berupaya untuk memperluas kemitraan dengan korporasi dan lembaga lainnya yang berkeinginan untuk berkontribusi dalam menangani permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Peresmian Yayasan Kemitraan Indonesia Sehat

Peresmian YKIS

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Dr. Anung Sugihantono, MKes meresmikan berdirinya Yayasan Kemitraan Indonesia Sehat (YKIS) pada sebuah acara sarasehan di Jakarta, 15 Mei 2018. Dalam sambutannya, Dr. Anung menyambut baik kehadiran YKIS sebagai sebuah lembaga yang diharapkan menjadi bridging antara pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan dalam upaya preventif dan promotif kesehatan, khususnya penanggulangan HIV-AIDS dan TB di Indonesia. Continue reading “Peresmian Yayasan Kemitraan Indonesia Sehat”

Perangkat Organisasi

Yayasan memiliki perangkat sebagai berikut:

Badan Pembina, Badan Pengurus dan Badan Pengawas Yayasan dengan susunan sebagai berikut:

a. Pembina

– Ketua : Dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH

– Anggota : Prof. Dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, KAI

– Anggota : Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD, KHOM

b. Pengurus

– Ketua : Prof. Irwanto, PhD

– Wakil Ketua : Dr. Dyah Agustina Waluyo \

– Sekretaris : Husein Habsyi, SKM, MHComm

– Bendahara : Drs. Budi Harnanto, MM

b. Pengawas

– Ketua : Dr. Adi Sasongko, MA

– Anggota : Dr. Fonny Jacobus Silfanus, MKes

– Anggota : Prof. Dr. Tuti Parwati Merati, SpPD

VISI dan MISI

VISI

Visi Yayasan adalah menjadi lembaga penggerak upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat yang terpercaya dan terkemuka di Indonesia.

MISI

Misi Yayasan adalah:

a. Mendorong kegiatan upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat oleh organisasi kemasyarakatan Indonesia;

b. Mengupayakan dukungan dana kepada organisasi kemasyarakatan yang aktif dalam kegiatan peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia;

c. Menggalang sumber daya dan dana untuk kebutuhan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia;

d. Mendukung pemberdayaan dan peningkatan kapasitas organisasi kemasyarakatan dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat Indonesia;

e. Mendukung kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah dalam bidang kesehatan masyarakat Indonesia;

f. Melakukan upaya-upaya advokasi untuk mengatasi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Sejarah

Yayasan Kemitraan Indonesia Sehat (YKIS) adalah sebuah organisasi nirlaba yang berupaya mendorong kegiatan dan memberdayakan organisasi kemasyarakatan dalam upaya promotif dan preventif dalam kesehatan masyarakat, mendukung kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah serta melakukan upaya-upaya advokasi untuk mengatasi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia.

YKIS didirikan di Jakarta pada tanggal 22 Desember 2017 oleh Dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH; Prof. Dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, KAI; dan Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD, KHOM berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0019035.AH.01.04.Tahun 2017.

Yayasan ini didirikan atas dasar kepedulian dan komitmen untuk menggalang sumber daya, dana dan pengalaman dalam menanggulangi permasalahan kesehatan masyarakat, khususnya HIV-AIDS. YKIS berfokus membangun upaya kemitraan dalam peningkatan kemampuan dan peran organisasi kemasyarakatan di bidang preventif dan promotif.

Dalam struktur Badan Pengawas dan Badan Pengurus YKIS, terdapat para praktisi senior kesehatan masyarakat yang pernah menjadi tulang punggung keberhasilan menyelenggarakan Konferensi Internasional AIDS se-Asia Pasifik ke-9 di Bali tahun 2009.